Bagi wisatawan kawasan Telaga Sarangan yang lupa membawa kamera digital, jangan khawatir. Dengan Rp 10.000,- para pengunjung dapat mengabadikan moment wisata tersebut dengan sekali cepret foto ukuran poscard langsung jadi oleh para photographer Telaga Sarangan. Contoh foto dibawah ini adalah hasil bidikan Bapak photographer yang penulis minta filenya dengan memindahkan file itu oleh penulis sendiri di notbook.
Aneka makanan khas daerah sekitar dapat dibeli dengan harga yang cukup murah misalnnya sate kelinci, jagung bakar, dll. Aneka kripik singkong, peyek kacang juga disediakan oleh para pedagang dengan harga yang bervariasi. Karena di daerah pegunungan penghasil sayur mayur, para pengunjung dapat memborong strawbery, tomat,wortel,kentang,jagung manis, kubis, onclang seledri dengan harga yang cukup murah.
Para pembaca yang berbahagia. Dibalik Obyek yang begitu indah ada mitos terjadinya Telaga Sarangan demikian menurut posting dari Madiunpos.com, Magetan. Telaga Sarangan juga disebut sebagai Telaga Pasir. Konon, menurut cerita turun temurun di masyarakat setempat, telaga yang berada di Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur ini dibuat oleh Kyai Pasir dan Nyai Pasir.Dua tokoh inilah yang kemudian dimitoskan masyarakat setempat sebagai cikal bakal terbentuknya Telaga Sarangan.
Salah satu pengunjung Telaga Sarangan, Prijanta, ketika ditanya ihwal terbentuknya Telaga Sarangan membenarkan adanya Mitos Kyai Pasir dan Nyai Pasir. Menurut warga Tawangmangu, Karanganyar ini, kedua sosok itu sudah sangat melegenda di balik terbentuknya Telaga Sarangan. “Berdasarkan cerita-cerita di masyarakat, Kyai Pasir dan Nyai Pasir ini mendadak berubah menjadi naga raksasa ketika memakan sebutir telur di kebunnya,” jelasnya ketika berbincang dengan Madiunpos.com, di Telaga Sarangan, Sabtu (27/12/2014).
Lantaran merasa tubuhnya panas dan gatal-gatal usai memakan telur, lanjut Prijanta, dua ekor naga itu pun menggerus-gerus pasir dan berguling-guling tanpa henti. Lama kelamaan, gerusan pasir oleh kedua naga raksasa Kyai Pasir dan Nyai Pasir membentuk sebuah cekungan besar. Di waktu bersamaan, muncullah berbagai sumber mata air yang mengisi cekungan. Cekungan besar yang terisi air dengan luas 30 hektar itulah disebut dengan Telaga Sarangan. Benar tidaknya mitos ini, hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui.
Para pembaca yang budiman. Pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2015, Keluarga besar SMP Negeri 1 Kayen yaitu para guru dan karyawan bersama suami atau istri serta anak yang masih menjadi tanggungan, telah berwisata ke Telaga Sarangan ini. Berangkat dari Kayen pukul 6 pagi dan sampai ke lokasi kira-kra pukul 1 siang. Setelah makan siang di Hotel Merah 2, rombongan wisatawan SMP Negeri 1 Kayen sekitar 160 orang (4 bus) langsung meluncur ke lokasi dengan berjalan kaki. Di lokasi tersebut tersedia juga Mushola dan Toilet. Setelah selesai menikmati indahnya alam, senda gurau bersama dan membeli sofenir dan aneka sayur mayur kami pulang. Sampai di SMP Negeri 1 Kayen pukul 12 malam.
Untuk mengetahui beberapa gambar kegiatan Keluarga Besar SMP Negeri 1 Kayen pada saat berwisata ke Telaga Sarangan : Silakan Klik Disini
Refreshing di hari libur sekali tempo memang perlu. Dengan berwisata diharapkan dapat mengurangi kejenuhan dalam bekerja. Dengan refreshing tenaga dan pikiran para guru dan karyawan akan fresh kembali. Disamping itu, rasa kekeluargaan dan kebersamaan, Insya Allah, akan tetap terjalin dengan baik.


